Jenis jenis kekuasaan :
Kekuasaan militer
Kekuasaan ekonomi
Kekuasaan politik
Kekuasaan budaya
Kekuasaan pemerintahan (birokrasi)
Kekuasaan hukum
Sumber Kekuasaan :
Legitimate Power : perolehan kekuasaan melalui pengangkatan (UU,
SK, dll)
Coersive Power : perolehan kekuasaan melalui cara kekerasan
(perebutan atau perampasan bersenjata, unconstitutional, kudeta (coup d’
etat).
Expert Power : perolehan kekuasaan berdasarkan keahlian seseorang
(merit system).
Reward Power : perolehan kekuasaan melalui suatu pemberian atau
karena berbagai pemberian.
Reference Power : perolehan kekuasaan melalui daya tarik seseorang
(fisik, performance, dll).
Legitimasi SosialĂ kekuasaan yag diperoleh melalui pemilihan yang
dilakukan oleh masyarakat (rakyat).
Bentuk Bentuk Kekuasaan :
Influence, kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar mengubah sikap dan perilakunya secara sukarela.
Persuasion, kemampuan meyakinkan orang lain dengan argumentasi untuk melakukan sesuatu.
Manipulasi, penggunaan pengaruh, dalam hal ini yang dipengaruhi tidak menyadari tingkahlakunya mematuhi
pemegang kekuasaan.
Coercion, ancaman paksaan yang dilakukan seseorang atau
kelompok terhadap pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan kehendak pemilik keuasaan.
Force, penggunaan tekanan fisik, membatasi kebebasan
menimbulkan rasa sakit, atau pun membetasi.
Sejarah Perkembangan Politik
Mendengar kata "politik” mungkin bukanlah suatu kata yang asing di telinga kita. Mungkin sebagian besar diantara kita mengasosiasikan kata politik dengan sesuatu term yang bersifat negatif, seperti “politik itu kotor”, “politik itu korupsi”, dan lain sebagainya. Ilmu Politik itu sendiri dapat dikatakan masih berusia muda, karena ia lahir pada abad ke-19. Pada saat itu ilmu politik berkembang beriringan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya, seperti sosiologi, antropologi, ekonomi dan psikologi. Dalam perkembangannya, ilmu-ilmu ini saling mempengaruhi satu sama lainnya.
Namun apabila ilmu politik kita tinjau dalam kerangka yang lebih luas lagi, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik tersebut memiliki umur yang lebih tua lagi. Ilmu tersebut dikatakan tua karena pada taraf perkembangannya, ilmu politik masih bersandar pada sejarah dan filsafat. Contohnya di Yunani Kuno misalnya, pemikiran mengenai negara sudah dimulai pada tahun 450 S.M., yang terbukti dalam karya-karya ahli seperti Herodotus, Plato, Aristoteles, Socrates, dan lain sebagainya. Selain di Eropa, perkembangan ilmu politik juga berada di beberapa pusat peradaban di Asia, seperti di India dan China, yang telah mewariskan berbagai tulisan politik yang bermutu. Tulisan-tulisan dari India seperti kesusastraan Dharmasastra dan Arthasastra yang berasal dari sekitar tahun 500 S.M. Sedangkan diantara filsuf terkenal dari China sepert Confusius ( 350 S.M.), Mensius ( 350 S.M.) dan Shang Yang ( 350 S.M.).
Di dalam sejarah Politik Indonesia sendiri, kita telah memiliki beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan, misalnya adalah Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. Namun sayangnya kesusastraan yang mencakup bahasan politik di negara-negara Asia mulai tergerus dan terdesak pada akhir abad ke-19 oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara negara Seperti Jerman, Belanda, Amerika Serikat, dan Inggris dalam rangka imperialisme
Pada masa selanjutnya ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan dari antropologi, psikologi, ekonomi, dan sosiologi, dan dengan demikian ilmu politik telah dapat meningkatkan mutu dengan banyak mengambil model dari cabang-cabang ilmu sosial lainnya. Hal ini telah banyak mengubah wajah ilmu politik. Dengan begitu ilmu politik telah menjadi ilmu yang terpandang yang perlu dipelajari untuk mengerti kehidupan politik.
Review Dasar Dasar Ilmu Politik By Prof Miriam Budiardjo
Minggu, 05 April 2020
Selasa, 10 Maret 2020
1. Pengertian politik ? politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat, politik juga itu dinamis, terkadang musuh bisa jadi teman , teman bisa menjadi musuh. Karena adanya sesuatu untuk mencapai kepentingan
2. Apakah semua yang dilakukan lembaga pemerintah adalah kegiatan politik ? Iya karna usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis.
Apakah ada sanksi politik ? Ya karena ilmu politik juga berhubungan dengan ilmu hukum, karena mengatur dan melaksanakan undang-undang (law enforcement) merupakan salah satu kewajiban negara yang penting.
Apakah tindakan pejabat dimedia sosial dikatagorikan politik ? Karena tujuan dalam penggunaan di media sosial itu sendiri adalah untuk bisa menarik perhatian banyak masyarakat dan berbagi informasi-informasi sehingga dapat membicarakan tentang masalah, atau isu-isu politik yang lainnya kepada publik yang harus tahu dengan bisa lebih luas, murah bahkan cepat untuk mendapatkannya
Apakah keterlibatan politik dalam keluarga ?
1. Saling Menghargai Antar Anggota Keluarga
2. Adanya Pembagian Tugas di Dalam Keluarga
3. Melakukan Diskusi Permasalahan Politik di Lingkungan Keluarga
4. Musyawarah Mufakat untuk Menyelesaikan Permasalahan Keluarga
5. Ikut Serta dalam Bingar Perpolitikan di Lingkungan Sekitar
6. Mendorong Tiap Anggota Keluarga Agar Aktif dalam Kegiatan di Lingkungan
7. Tiap Anggota Keluarga Diberi Kebebasan Menyampaikan Pendapat
Wacana pemberian parpol 1T / Tahun perparpol ?
Mendagri Tjahjo Kumolo melontarkan wacana pemberian dana untuk partai politik dari uang negara sebesar Rp 1 triliun. Serta pemberian sanksi tegas bagi parpol maupun elitnya melakukan korupsi tidak boleh ikut pemilu.
3. Kerangka kelompok ? Saya dan hanif kebagian presentasi RPS 14 dengan metode menggunakan powerpoint
2. Apakah semua yang dilakukan lembaga pemerintah adalah kegiatan politik ? Iya karna usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis.
Apakah ada sanksi politik ? Ya karena ilmu politik juga berhubungan dengan ilmu hukum, karena mengatur dan melaksanakan undang-undang (law enforcement) merupakan salah satu kewajiban negara yang penting.
Apakah tindakan pejabat dimedia sosial dikatagorikan politik ? Karena tujuan dalam penggunaan di media sosial itu sendiri adalah untuk bisa menarik perhatian banyak masyarakat dan berbagi informasi-informasi sehingga dapat membicarakan tentang masalah, atau isu-isu politik yang lainnya kepada publik yang harus tahu dengan bisa lebih luas, murah bahkan cepat untuk mendapatkannya
Apakah keterlibatan politik dalam keluarga ?
1. Saling Menghargai Antar Anggota Keluarga
2. Adanya Pembagian Tugas di Dalam Keluarga
3. Melakukan Diskusi Permasalahan Politik di Lingkungan Keluarga
4. Musyawarah Mufakat untuk Menyelesaikan Permasalahan Keluarga
5. Ikut Serta dalam Bingar Perpolitikan di Lingkungan Sekitar
6. Mendorong Tiap Anggota Keluarga Agar Aktif dalam Kegiatan di Lingkungan
7. Tiap Anggota Keluarga Diberi Kebebasan Menyampaikan Pendapat
Wacana pemberian parpol 1T / Tahun perparpol ?
Mendagri Tjahjo Kumolo melontarkan wacana pemberian dana untuk partai politik dari uang negara sebesar Rp 1 triliun. Serta pemberian sanksi tegas bagi parpol maupun elitnya melakukan korupsi tidak boleh ikut pemilu.
3. Kerangka kelompok ? Saya dan hanif kebagian presentasi RPS 14 dengan metode menggunakan powerpoint
Minggu, 08 Maret 2020
Sampurasun buat pembaca blogger Abay Maniaa ??? Mantab !!!!
Blog pertama saya ini akan bahas tentang Dasar-dasar Ilmu Politik, semoga menarik untuk dibaca dan bermanfaat ya !!
Jadi apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar, rangka, fokus, dan ruang lingkup yang jelas, maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke -19. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu lainnya, seperti sosioligi, antropologi, ekonomi, dan psikologi dan dalam perkembangan ini mereka saling memengaruhi. Tapi tapi, apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya.
Disini juga membahas ilmu politik sebagai ilmu pengetahuan juga,karena banyak persoalan, apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan (?) ilmu pengetahuan sendiri ialah tantangan untuk menguji hipotesis melalui eksperimen yang dapat dilakukan dalam keadaan terkontrol. Jika definisi ini dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya belum memenuhi syarat karena sampai sekarang belum ditemukan hukum-hukum ilmiah seperti itu. mengapa demikian ? karena yang diteliti adalah manusia dan manusia itu adalah akhluk yang kreatif, yang selalu menemukan akal baru yangg belum pernah diramalkan. Lagi pula manusia itu sangat kompleks dan perilakunya tidak selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis.
Lagi pula manusia itu sangat kompleks dan perilakunya tidak selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis.
Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik.
Mengapa politik dalam arti ini begitu penting? Karena sejak dahulu kala masyarakat mengatur kehidupan kolektif dengan baik mengingat masyarakat sering menghadapi terbatasnya sumber alam, atau perlu dicari satu cara distribusi sumber daya agar semua warga merasa bahagia dan puas.
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik (politics) adalah usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis.
Selain itu politik juga mencangkup segi segi negatifnya. hal ini disebabkan karena politik mencerminkan tabiat manusia, baik nalurinya yang baik maupun nalurinya yang buruk.
Perasaan manusia yang beraneka ragam sifatnya, sangat mendalam dan sering saling bertentangan, mencakup rasa cinta, benci, setia, bangga, malu, dan marah.4 Tidak heran jika dalam realitas sehari-hari kita sering kali berhadapan dengan banyak kegiatan yang tak terpuji, atau seperti dirumuskan oleh Peter Merkl sebagai berikut: “Politik, dalam bentuk yang paling buruk, adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan kekayaan untuk kepentingan diri sendiri (Politics at its worst is a selish grab for power, glory and riches).”5 Singkatnya, politik adalah perebutan kuasa, takhta, dan harta.
Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan Lain
Sejarah
Sejarah merupakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, oleh karena menyumbang bahan, yaitu data dan fakta dari masa lampau, untuk diolah lebih lanjut. Perbedaan pandangan antara ahli sejarah dan sarjana ilmu politik ialah bahwa ahli sejarah selalu meneropong masa yang lampau dan inilah yang menjadi tujuannya, sedangkan sarjana ilmu politik biasanya lebih melihat ke depan (future oriented): Bahan mentah yang disajikan oleh ahli sejarah, teristimewa sejarah kontemporer, oleh sarjana llmu politik hanya dipakai untuk menemukan pola-pola ulangan (recurrent patterns) yang dapat membantu untuk menentukan suatu proyeksi masa depan.
Filsafat
Ilmu pengetahuan lain yang erat sekali hubungannya dengan ilmu politik ialah filsafat. Filsafat ialah usaha untuk secara rasional dan sistematis mencari pemecahan atau jawaban atas persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta (universe) dan kehidupan manusia. Filsafat menjawab pertanyaan seperti: Apakah asas-asas yang mendasari fakta? Apakah yang dapat saya ketahui? Apakah asas-asas dari kehidupan? Filsafat sering merupakan pedoman bagi manusia dalam menetapkan sikap hidup dan tingkah lakunya. Ilmu politik terutama sekali erat hubungannya dengan ilsafat politik, yaitu bagian dari filsafat yang menyangkut kehidupan politik terutama mengenai sifat hakiki, asal mula dan nilai (value) dari negara.
Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu-Ilmu Sosial Lain
Ilmu politik merupakan salah satu dari kelompok besar ilmu sosial dan erat sekali hubungannya dengan anggota-anggota kelompok lainnya, seperti sosiologi, antropologi, ilmu hukum, ekonomi, psikologi sosial, dan ilmu bumi sosial.
Sosiologi
Sosiologi membantu sarjana ilmu politik dalam usahanya memahami latar belakang, susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat.
Mengenai masalah perubahan dan pembaruan, sosiolog menyumbang- kan pengertian akan adanya perubahan dan pembaruan dalam masyarakat. Apabila dalam masyarakat timbul golongan-golongan atau kelompok- kelompok baru yang memajukan kepentingan-kepentingan baru, maka nilai-nilai kebudayaan masyarakat secara keseluruhan akan menunjukkan perubahan-perubahan dalam pola kehidupan politik.
). Sosiologi menggambarkan bahwa pada masyarakat yang sederhana maupun yang kompleks senantiasa terdapat kecenderungan untuk timbulnya proses, pengaturan, atau pola-pola pengendalian tertentu yang formal maupun yang tidak formal.
Antropologi
Antropologi menyumbang pengertian dan teori tentang kedudukan serta peran berbagai satuan sosial-budaya yang lebih kecil dan sederhana. Mula-mula antropologi lebih banyak memusatkan perhatian pada masyarakat dan kebudayaan di desa-desa dan di pedalaman, sedangkan sosiologi lebih memusatkan perhatian pada kehidupan masyarakat kota yang jauh lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dan teknologi modern.
Antropologi justru menunjukkan betapa rumit dan sukarnya membina kehidupan yang bercorak nasional dari komunitas yang tradisional; betapa kebudayaan daerah, sistem warisan harta kekayaan, serta pola-pola kehidupan tradisional lainnya mempunyai daya tahan yang kuat terhadap usaha-usaha pembinaan kehidupan corak nasional tersebut; betapa dalam beberapa situasi faktor-faktor sosial budaya tersebut malahan menjadi lebih kuat dan lebih sadar melakukan perlawanan terhadap usaha-usaha nation building, apalagi jika ciri-ciri serta sifat-sifatnya tidak lebih dahulu diperhitungkan dengan saksama.
Ilmu Ekonomi
Dengan pesatnya perkembangan ilmu ekonomi modern, khususnya ekonomi internasional, kerja sama antara ilmu politik dan ilmu ekonomi makin dibutuhkan untuk menganalisis siasat-siasat pembangunan nasional. Seorang sarjana ilmu politik tidak dapat lagi mengabaikan pengaruh dan peran perdagangan luar negeri, bantuan luar negeri, serta hubungan ekonomi luar negeri pada umumnya terhadap usaha-usaha pembangunan dalam negeri.
Psikologi Sosial
Kegunaan psikologi sosial dalam analisis ilmu politik jelas dapat kita ketahui apabila kita sadar bahwa analisis sosial politik secara makro diisi dan diperkuat dengan analisis yang bersifat mikro.
Psikologi sosial mengamati kegiatan manusia dari segi ekstern (ling- kungan sosial, isik, peristiwa-peristiwa, dan gerakan massa) maupun dari segi intern (kesehatan isik perorangan, semangat, dan emosi). Dengan menggunakan kedua macam analisis ini, ilmu politik dapat menganalisis secara lebih mendalam makna dan peran orang kuat, kondisi sosial ekonomi serta ciri-ciri kepribadian yang memungkinkannya memainkan peran besar itu. Ia menjelaskan bagaimana teknik brainwashing dalam propaganda dan indoktrinasi politik serta faktor-faktor yang membangkitkan berkembangnya pemimpin kharismatis memengaruhi proses politik pada umumnya.
Ilmu Hukum
Terutama di negara-negara Benua Eropa, ilmu hukum sejak dulu kala erat hubungannya dengan ilmu politik, karena mengatur dan melaksanakan undang-undang (law enforcement) merupakan salah satu kewajiban negara yang penting.
Baik segitu saja yang saya berikan, semoga bermanfaat
HaturNuhun
Blog pertama saya ini akan bahas tentang Dasar-dasar Ilmu Politik, semoga menarik untuk dibaca dan bermanfaat ya !!
Jadi apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar, rangka, fokus, dan ruang lingkup yang jelas, maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke -19. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu lainnya, seperti sosioligi, antropologi, ekonomi, dan psikologi dan dalam perkembangan ini mereka saling memengaruhi. Tapi tapi, apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya.
Disini juga membahas ilmu politik sebagai ilmu pengetahuan juga,karena banyak persoalan, apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan (?) ilmu pengetahuan sendiri ialah tantangan untuk menguji hipotesis melalui eksperimen yang dapat dilakukan dalam keadaan terkontrol. Jika definisi ini dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya belum memenuhi syarat karena sampai sekarang belum ditemukan hukum-hukum ilmiah seperti itu. mengapa demikian ? karena yang diteliti adalah manusia dan manusia itu adalah akhluk yang kreatif, yang selalu menemukan akal baru yangg belum pernah diramalkan. Lagi pula manusia itu sangat kompleks dan perilakunya tidak selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis.
Lagi pula manusia itu sangat kompleks dan perilakunya tidak selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis.
Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik.
Mengapa politik dalam arti ini begitu penting? Karena sejak dahulu kala masyarakat mengatur kehidupan kolektif dengan baik mengingat masyarakat sering menghadapi terbatasnya sumber alam, atau perlu dicari satu cara distribusi sumber daya agar semua warga merasa bahagia dan puas.
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik (politics) adalah usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis.
Selain itu politik juga mencangkup segi segi negatifnya. hal ini disebabkan karena politik mencerminkan tabiat manusia, baik nalurinya yang baik maupun nalurinya yang buruk.
Perasaan manusia yang beraneka ragam sifatnya, sangat mendalam dan sering saling bertentangan, mencakup rasa cinta, benci, setia, bangga, malu, dan marah.4 Tidak heran jika dalam realitas sehari-hari kita sering kali berhadapan dengan banyak kegiatan yang tak terpuji, atau seperti dirumuskan oleh Peter Merkl sebagai berikut: “Politik, dalam bentuk yang paling buruk, adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan kekayaan untuk kepentingan diri sendiri (Politics at its worst is a selish grab for power, glory and riches).”5 Singkatnya, politik adalah perebutan kuasa, takhta, dan harta.
Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan Lain
Sejarah
Sejarah merupakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, oleh karena menyumbang bahan, yaitu data dan fakta dari masa lampau, untuk diolah lebih lanjut. Perbedaan pandangan antara ahli sejarah dan sarjana ilmu politik ialah bahwa ahli sejarah selalu meneropong masa yang lampau dan inilah yang menjadi tujuannya, sedangkan sarjana ilmu politik biasanya lebih melihat ke depan (future oriented): Bahan mentah yang disajikan oleh ahli sejarah, teristimewa sejarah kontemporer, oleh sarjana llmu politik hanya dipakai untuk menemukan pola-pola ulangan (recurrent patterns) yang dapat membantu untuk menentukan suatu proyeksi masa depan.
Filsafat
Ilmu pengetahuan lain yang erat sekali hubungannya dengan ilmu politik ialah filsafat. Filsafat ialah usaha untuk secara rasional dan sistematis mencari pemecahan atau jawaban atas persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta (universe) dan kehidupan manusia. Filsafat menjawab pertanyaan seperti: Apakah asas-asas yang mendasari fakta? Apakah yang dapat saya ketahui? Apakah asas-asas dari kehidupan? Filsafat sering merupakan pedoman bagi manusia dalam menetapkan sikap hidup dan tingkah lakunya. Ilmu politik terutama sekali erat hubungannya dengan ilsafat politik, yaitu bagian dari filsafat yang menyangkut kehidupan politik terutama mengenai sifat hakiki, asal mula dan nilai (value) dari negara.
Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu-Ilmu Sosial Lain
Ilmu politik merupakan salah satu dari kelompok besar ilmu sosial dan erat sekali hubungannya dengan anggota-anggota kelompok lainnya, seperti sosiologi, antropologi, ilmu hukum, ekonomi, psikologi sosial, dan ilmu bumi sosial.
Sosiologi
Sosiologi membantu sarjana ilmu politik dalam usahanya memahami latar belakang, susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat.
Mengenai masalah perubahan dan pembaruan, sosiolog menyumbang- kan pengertian akan adanya perubahan dan pembaruan dalam masyarakat. Apabila dalam masyarakat timbul golongan-golongan atau kelompok- kelompok baru yang memajukan kepentingan-kepentingan baru, maka nilai-nilai kebudayaan masyarakat secara keseluruhan akan menunjukkan perubahan-perubahan dalam pola kehidupan politik.
). Sosiologi menggambarkan bahwa pada masyarakat yang sederhana maupun yang kompleks senantiasa terdapat kecenderungan untuk timbulnya proses, pengaturan, atau pola-pola pengendalian tertentu yang formal maupun yang tidak formal.
Antropologi
Antropologi menyumbang pengertian dan teori tentang kedudukan serta peran berbagai satuan sosial-budaya yang lebih kecil dan sederhana. Mula-mula antropologi lebih banyak memusatkan perhatian pada masyarakat dan kebudayaan di desa-desa dan di pedalaman, sedangkan sosiologi lebih memusatkan perhatian pada kehidupan masyarakat kota yang jauh lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dan teknologi modern.
Antropologi justru menunjukkan betapa rumit dan sukarnya membina kehidupan yang bercorak nasional dari komunitas yang tradisional; betapa kebudayaan daerah, sistem warisan harta kekayaan, serta pola-pola kehidupan tradisional lainnya mempunyai daya tahan yang kuat terhadap usaha-usaha pembinaan kehidupan corak nasional tersebut; betapa dalam beberapa situasi faktor-faktor sosial budaya tersebut malahan menjadi lebih kuat dan lebih sadar melakukan perlawanan terhadap usaha-usaha nation building, apalagi jika ciri-ciri serta sifat-sifatnya tidak lebih dahulu diperhitungkan dengan saksama.
Ilmu Ekonomi
Dengan pesatnya perkembangan ilmu ekonomi modern, khususnya ekonomi internasional, kerja sama antara ilmu politik dan ilmu ekonomi makin dibutuhkan untuk menganalisis siasat-siasat pembangunan nasional. Seorang sarjana ilmu politik tidak dapat lagi mengabaikan pengaruh dan peran perdagangan luar negeri, bantuan luar negeri, serta hubungan ekonomi luar negeri pada umumnya terhadap usaha-usaha pembangunan dalam negeri.
Psikologi Sosial
Kegunaan psikologi sosial dalam analisis ilmu politik jelas dapat kita ketahui apabila kita sadar bahwa analisis sosial politik secara makro diisi dan diperkuat dengan analisis yang bersifat mikro.
Psikologi sosial mengamati kegiatan manusia dari segi ekstern (ling- kungan sosial, isik, peristiwa-peristiwa, dan gerakan massa) maupun dari segi intern (kesehatan isik perorangan, semangat, dan emosi). Dengan menggunakan kedua macam analisis ini, ilmu politik dapat menganalisis secara lebih mendalam makna dan peran orang kuat, kondisi sosial ekonomi serta ciri-ciri kepribadian yang memungkinkannya memainkan peran besar itu. Ia menjelaskan bagaimana teknik brainwashing dalam propaganda dan indoktrinasi politik serta faktor-faktor yang membangkitkan berkembangnya pemimpin kharismatis memengaruhi proses politik pada umumnya.
Ilmu Hukum
Terutama di negara-negara Benua Eropa, ilmu hukum sejak dulu kala erat hubungannya dengan ilmu politik, karena mengatur dan melaksanakan undang-undang (law enforcement) merupakan salah satu kewajiban negara yang penting.
Baik segitu saja yang saya berikan, semoga bermanfaat
HaturNuhun
Langganan:
Postingan (Atom)
Jenis jenis kekuasaan : Kekuasaan militer Kekuasaan ekonomi Kekuasaan politik Kekuasaan budaya Kekuasaan pemerintahan (birokrasi) Kek...